Memuat...

  • 18 April 2026 02:25 AM

Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Khofifah Tinjau Evakuasi dan Penanganan Korban

Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Khofifah Tinjau Evakuasi dan Penanganan Korban

Gubernur Jatim Khofifah pantau evakuasi korban musala ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Tiga santri tewas, puluhan masih dirawat.

SIDOARJOUPDATE - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses evakuasi korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Selasa (30/9/2025) dini hari. Ia memastikan seluruh tim gabungan bekerja maksimal tanpa henti untuk menyelamatkan para santri.

Menurut Khofifah, tim dari BPBD Jatim, BPBD Sidoarjo, Basarnas, TNI-Polri, serta relawan lintas organisasi terus melakukan penyisiran di antara reruntuhan. “Evakuasi dilakukan maksimal, tanpa henti, sampai benar-benar tuntas,” tegasnya.

Data Terbaru Korban Musala Ambruk

Berdasarkan laporan BPBD Jawa Timur per pukul 11.00 WIB, total ada 100 korban teridentifikasi dengan rincian:

  • 26 orang masih menjalani perawatan inap
  • 70 pasien sudah dipulangkan
  • 1 pasien dirujuk dari RS Siti Hajar ke RSI Sakinah Mojokerto
  • 3 orang dinyatakan meninggal dunia

Meski alat berat seperti ekskavator telah disiagakan, kondisi reruntuhan masih belum memungkinkan untuk digunakan. Proses evakuasi sementara ini lebih banyak dilakukan secara manual, sambil memberikan bantuan oksigen dan air kepada korban yang terdeteksi masih hidup di bawah puing.

Crisis Center dan Fasilitas Kesehatan

Untuk menenangkan wali santri yang panik mencari informasi anak-anak mereka, Pemprov Jatim bersama pihak pondok membuka Crisis Center di lokasi. “Di posko ini ada tim lintas instansi dan pengasuh pondok untuk memfasilitasi wali santri yang menanyakan kondisi anaknya,” jelas Khofifah.

Sejumlah ambulans juga dikerahkan membawa korban ke lima rumah sakit rujukan, antara lain:

  • RSUD R.T. Notopuro (40 pasien)
  • RSI Siti Hajar (52 pasien)
  • RS Delta Surya (6 pasien)
  • RS Sheila Medika (1 pasien)
  • RS UNAIR (1 pasien)

Khofifah menegaskan, seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah. Layanan di rumah sakit swasta ditanggung Pemprov Jatim, sementara pasien di RSUD Sidoarjo ditanggung Pemkab setempat. “Tidak ada korban yang kesulitan mendapat layanan kesehatan,” tegasnya.

Dukungan Medis dan Penyelidikan Penyebab

Dinas Kesehatan juga mengerahkan Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu evakuasi, memberikan pertolongan pertama, serta melakukan rujukan pasien. Sementara itu, tim DVI Polda Jatim bersama TNI-Polri, Basarnas, dan relawan tetap siaga mendampingi keluarga korban yang menunggu kabar di lokasi.

Terkait penyebab ambruknya musala, diketahui struktur atap kayu yang tengah dicor sejak pagi tidak mampu menahan beban. Saat digunakan untuk salat Ashar berjamaah sekitar pukul 15.00 WIB, tiang pondasi runtuh sehingga bangunan roboh hingga ke lantai dasar.

“Atas nama pribadi dan Pemprov Jatim, kami turut berduka. Ini menjadi pelajaran penting agar seluruh fasilitas pendidikan dan keagamaan dievaluasi secara menyeluruh demi keamanan santri dan jamaah,” kata Khofifah. (RM/SN/SU.id)