Memuat...

  • 17 April 2026 11:38 PM

Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Gencar Normalisasi Sungai Menjelang Musim Hujan

Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Gencar Normalisasi Sungai Menjelang Musim Hujan

Pemkab Sidoarjo rutin normalisasi sungai di titik rawan banjir untuk cegah luapan air saat musim hujan. Bupati Subandi imbau warga jaga kebersihan sungai.

SIDOARJOUPDATE - Menjelang musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai rutin melakukan normalisasi sungai di sejumlah titik rawan banjir. Alat berat telah dikerahkan untuk mengeruk endapan lumpur agar aliran air kembali lancar dan tidak meluap ke permukiman warga.

Upaya pencegahan banjir tersebut dilakukan di beberapa lokasi prioritas, antara lain afvour Desa Candi hingga Klurak, Afvour Trengguli di Desa Kedungkembar Kecamatan Prambon, Afvour Kedungkampul di Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung, dan Afvour Kedungpeluk di Kecamatan Candi.

“Kita terus melakukan normalisasi agar ketika hujan, air sungai tidak meluap ke perkampungan warga atau lahan pertanian yang bisa menyebabkan banjir,” ujar Bupati Sidoarjo Subandi, Senin (13/10/2025).

Bupati Subandi menjelaskan bahwa panjang sungai yang dinormalisasi bervariasi sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Misalnya, di Desa Klurak pengerukan dilakukan sepanjang 1,2 kilometer, sedangkan di Kedungpeluk mencapai 2,3 kilometer.

“Kami berharap proses normalisasi ini berjalan lancar, supaya ketika masuk musim hujan tidak banjir lagi,” tambahnya.

Menurut Subandi, kedalaman endapan lumpur yang diangkat disesuaikan dengan tingkat sedimentasi di tiap lokasi. Langkah ini penting agar daya tampung air sungai kembali optimal dan mampu menampung debit air tinggi saat hujan deras.

Ia juga mengingatkan bahwa normalisasi tidak akan efektif tanpa partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

Selain normalisasi fisik, Pemkab Sidoarjo juga menggencarkan kampanye kebersihan sungai. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), pemerintah terus melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan.

“Upaya itu terus kita lakukan. Tapi yang lebih penting adalah kesadaran warga. Makanya kita lebih mengoptimalkan sosialisasi agar masyarakat benar-benar sadar dan tidak sembarangan membuang sampah,” pungkas Subandi.

Langkah normalisasi yang dilakukan Pemkab Sidoarjo menjadi bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir di musim hujan. Selain dukungan pemerintah, kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi kunci keberhasilan mengatasi persoalan banjir di wilayah Sidoarjo. (RM/SN/SU.id)