Memuat...

  • 18 April 2026 03:54 AM

BPBD Sidoarjo Bangun Pos Damkar Baru di Sukodono, Anggaran Rp2,7 Miliar

BPBD Sidoarjo Bangun Pos Damkar Baru di Sukodono, Anggaran Rp2,7 Miliar

BPBD Sidoarjo bangun Pos Damkar baru di Sukodono senilai Rp2,7 miliar untuk percepat respon kebakaran di kawasan permukiman dan industri.

SIDOARJOUPDATE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Sidoarjo) akan menambah satu pos pemadam kebakaran (Damkar) di Sukodono. Pos baru ini berlokasi di bekas kantor Kecamatan Sukodono dan disiapkan untuk memperkuat layanan penanggulangan kebakaran di kawasan permukiman dan industri.

Anggaran Rp2,7 Miliar, Masih Tahap Lelang

Plt. Kalaksa BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menyebut pembangunan pos Damkar Sukodono dialokasikan anggaran Rp2,7 miliar.

“Saat ini masih tahap lelang, doakan semua proses berjalan lancar dan bisa selesai tepat waktu,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).

Pos baru ini nantinya akan membantu penanganan kebakaran di wilayah Sukodono dan Taman. Selama ini, wilayah tersebut masih bergantung pada pos Damkar Buduran dan Krian.

Rencana Lama, Baru Terealisasi Tahun Ini

Kabid Damkar BPBD Sidoarjo, M. Qodari, menjelaskan rencana pembangunan Pos Damkar Sukodono sudah disusun sejak 2023. Namun, keterbatasan anggaran membuat proyek baru terealisasi tahun ini.

“Awalnya dirancang Rp5 miliar dengan bangunan bertingkat, tetapi karena dana terbatas, desain kami sesuaikan,” jelasnya.

Pos Damkar ini akan dilengkapi sarana pencegahan, peralatan penanggulangan kebakaran, dan alat pelindung diri (APD). Namun, pengadaan armada pemadam masih belum masuk dalam anggaran tahun ini. “Mudah-mudahan tahun depan bisa ditambah armada lagi,” tambah Qodari.

Enam Pos Damkar Aktif di Sidoarjo

Saat ini, BPBD Sidoarjo memiliki enam pos Damkar aktif yang tersebar di Waru, Buduran, Sidoarjo, Candi, Porong, dan Krian. Penambahan pos Sukodono dinilai strategis karena dekat dengan kawasan industri dan permukiman padat.

“Penambahan pos sangat penting untuk mempercepat respon saat terjadi kebakaran. Posisi yang dekat akan mempermudah mobilitas tim,” jelas Qodari.

Tingginya Kasus Kebakaran di Sukodono

Pemilihan lokasi Sukodono bukan tanpa alasan. Dalam enam bulan terakhir, tercatat lima kasus kebakaran terjadi di wilayah ini.

Di sekitarnya, angka kejadian lebih tinggi: enam kasus di Wonoayu dan 11 kasus di Kecamatan Taman.

“Lokasi ini dipilih agar lebih dekat dengan wilayah industri, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan mudah menjangkau,” ucap Qodari. (RM/SN/SU.id)