Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Memuat...
Biddokkes Polda Jatim dirikan 3 posko DVI untuk identifikasi korban runtuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo. Empat jenazah berhasil teridentifikasi.
SIDOARJOUPDATE - Biddokkes Polda Jawa Timur (Jatim) menyiapkan tiga Posko Disaster Victim Identification (DVI) guna mendukung proses identifikasi korban runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Hingga Rabu (1/10/2025), empat jenazah berhasil diidentifikasi tim medis.
Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr Adam Bimantoro SpAn FCC MBiomed, menjelaskan bahwa posko DVI telah aktif sejak Senin (29/9/2025).
“Posko ini berfungsi untuk mengumpulkan data korban dari keluarga serta mencocokkan hasil pemeriksaan medis. Sampai Rabu, ada empat jenazah yang berhasil teridentifikasi,” ujar AKBP Adam.
Hingga 1 Oktober 2025, tim DVI telah mengidentifikasi empat korban:
Identifikasi dilakukan menggunakan metode primer berupa sidik jari dan gigi, diperkuat data medis serta barang pribadi korban. Satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
Posko Ante-Mortem bertugas mengumpulkan data keluarga korban, termasuk identitas, ciri fisik, dan foto terbaru. Data tersebut dicocokkan dengan hasil medis dari Posko Post-Mortem.
Menurut AKBP Adam, metode ini penting untuk memastikan keakuratan identifikasi korban bencana.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, turut hadir dalam konferensi pers di Posko Post-Mortem RSI Siti Hajar, Rabu malam.
“Kita sama-sama berdoa, semoga para jenazah diampuni dosanya dan amal ibadahnya diterima Allah SWT,” ucap Christian Tobing. (RM/SN/SU.id)
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Pemkab Sidoarjo mengirimkan tiga usulan kenaikan UMK 2026 ke Pemprov Jatim setelah rapat Dewan Pengupahan yang melibatkan pengusaha dan serikat pekerja.
PKB Sidoarjo melatih 120 kader muda dari 18 kecamatan untuk memperkuat basis pemilih milenial dan Gen Z jelang Pemilu 2029 melalui Pendidikan Kader Loyalis.