Polresta Sidoarjo Gencarkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar
Polresta Sidoarjo edukasi siswa SD tentang bahaya bullying dan etika bermedia sosial untuk wujudkan sekolah aman dan ramah anak.
Memuat...
Santri asal Sidoarjo, Ersya Fikri, raih beasiswa ke Maroko meski dari keluarga sederhana. Bukti tekad, doa, dan prestasi mampu buka jalan internasional.
SIDOARJOUPDATE – Ersya Fikri Reihan Syahputra, santri asal Desa Sukorejo, Buduran, Sidoarjo, berhasil meraih beasiswa pendidikan ke Kerajaan Maroko melalui Kementerian Agama RI. Meski berasal dari keluarga sederhana, tekad, ketekunan, dan doa orang tua menjadi kunci keberhasilannya.
Ersya, 18 tahun, merupakan lulusan Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember yang diasuh KH. Yasid Karimullah. Ia adalah putra pertama pasangan Syaiful Rachman, penjual es krim keliling, dan Ernawati, buruh pabrik kayu. Kendati penghasilan terbatas, keduanya tidak pernah berhenti mendukung pendidikan anaknya.
“Meskipun hasil berjualan tidak seberapa, yang penting saya bisa terus mendukung pendidikan anak,” tutur Syaiful dengan mata berkaca-kaca.
Sejak 2019, Ersya menempuh pendidikan di pesantren, mulai MTs hingga MA, dengan konsistensi meraih peringkat pertama di setiap jenjang.
Selain unggul di bidang akademik, Ersya aktif mengikuti Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) Fathul Qorib, dan meraih:
Kemampuannya memahami kitab kuning dan bahasa Arab, yang juga diasah melalui kursus di Pare, Kediri, menjadi bekal penting saat mendaftar program beasiswa Maroko.
Kesempatan ini ia ketahui dari pengumuman Kementerian Agama RI. Setelah mendapat restu dari kiai, Ersya mendaftar online pada 2 Juni 2025. Proses seleksi berlangsung dari 26 Mei hingga 13 Juni 2025, mencakup verifikasi dokumen, Computer Based Test (CBT), wawancara, hingga pengumuman akhir.
Wawancara di UIN Sunan Ampel Surabaya menguji langsung kemampuan bahasa Arab. Dari 1.088 peserta, hanya 50 yang terpilih, termasuk Ersya, yang akan melanjutkan studi di Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah, Kota Fez, Maroko.
“Bukanlah jalan mudah, apalagi di tengah keterbatasan ekonomi. Tapi saya percaya doa dan kerja keras bisa membawa hasil,” ungkap Ersya dengan penuh syukur.
Perjuangan Ersya mendapat perhatian publik. Baznas Sidoarjo memberikan bantuan pendidikan Rp7 juta untuk biaya awal keberangkatannya. Bantuan diserahkan pada 11 Agustus 2025 di kantor Baznas Sidoarjo.
Ersya berharap sebelum keberangkatan pada 8 September 2025, ia bisa bertemu bupati atau wakil bupati Sidoarjo untuk mendapat dukungan moral.
Kisah Ersya menjadi teladan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan meraih mimpi. Dengan bekal ilmu agama dan bahasa Arab, ia siap mengharumkan nama Sidoarjo di tingkat internasional.
“Saya ingin menimba ilmu sebanyak mungkin di Maroko, lalu pulang dan mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya. (RM/SN/SU.id)
Polresta Sidoarjo edukasi siswa SD tentang bahaya bullying dan etika bermedia sosial untuk wujudkan sekolah aman dan ramah anak.
Kanit PPA Polresta Sidoarjo ajak pelajar SMPN 1 Wonoayu disiplin, taat aturan, dan jauhi kenakalan remaja demi masa depan yang lebih baik.
Polresta Sidoarjo membekali Pelajar Duta Kamtibmas (PDK) untuk cegah kenakalan remaja & jaga ketertiban. Generasi muda didorong jadi agen perubahan. Simak selengkapnya!