Memuat...

  • 18 April 2026 02:45 AM

Dinkes Sidoarjo Perketat Pengawasan Makanan Program MBG

Dinkes Sidoarjo Perketat Pengawasan Makanan Program MBG

Dinkes Sidoarjo perkuat pengawasan dapur MBG agar makanan peserta didik tetap aman dan bergizi, termasuk uji sampel rutin lewat Labkesda.

SIDOARJOUPDATE - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat membawa dampak positif bagi peserta didik di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Sidoarjo. Namun, di beberapa daerah sempat muncul kasus keracunan makanan akibat konsumsi menu program tersebut.

Beruntung, di Sidoarjo hingga kini belum ditemukan kasus serupa. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo tidak ingin lengah. Berbagai langkah pencegahan terus dilakukan agar kasus serupa tidak terjadi di wilayah Kota Delta.

Plt Kepala Dinkes Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantin menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pengawasan di setiap dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan.

“Kami dari Dinas Kesehatan melaksanakan pelatihan keamanan pangan siap saji bagi petugas dapur MBG dan SPPG. Tujuannya agar mereka memahami pengolahan makanan yang baik, sehat, dan higienis,” ujar dr. Lakhsmie, Jumat (17/10/2025).

Pelatihan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penyimpanan bahan makanan, pengolahan dan penyajian yang benar, hingga sanitasi lingkungan dapur. Dengan demikian, makanan yang disajikan kepada siswa dapat dipastikan aman, layak konsumsi, dan bergizi seimbang.

Selain pembinaan dan pelatihan, Dinkes Sidoarjo menggandeng Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk melakukan uji sampel makanan dan minuman secara berkala.

“Kami memfasilitasi pemeriksaan sampel makanan dan minuman melalui Labkesda. Ini penting agar kualitas makanan program MBG benar-benar terjamin sesuai standar kesehatan,” tambah dr. Lakhsmie.

Langkah ini menjadi bagian dari sistem pengawasan berlapis yang dirancang agar seluruh makanan MBG memenuhi standar gizi dan keamanan pangan nasional.

Dinkes Sidoarjo juga bekerja sama dengan UPTD Puskesmas di tiap wilayah untuk melakukan inspeksi kesehatan terhadap dapur MBG/SPPG. Kegiatan ini mencakup monitoring dan evaluasi lapangan, memastikan kebersihan alat masak, penyimpanan bahan makanan, serta perilaku higienis petugas dapur.

“Dinas Kesehatan bersama puskesmas melakukan inspeksi kesehatan secara rutin. Kami ingin memastikan kondisi dapur SPPG sudah memenuhi syarat kesehatan,” jelasnya.

Sebagai bentuk pengawasan berkelanjutan, Pemkab Sidoarjo juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG, yang bertugas mendampingi dan mengawasi pelaksanaan program agar makanan yang diterima siswa aman, bergizi, dan sesuai standar nasional.

“Satgas MBG ini menjadi wujud tanggung jawab dan komitmen Pemkab Sidoarjo dalam menjaga keamanan pangan bagi peserta didik penerima manfaat program MBG,” pungkas dr. Lakhsmie Herawati Yuwantin. (RM/SN/SU.id)